Indonesia rawan Limbah B3

Bogor, 25 Mei 2007

Dewasa ini ditengarai lebih dari 400 juta ton metric limbah B3 yang dihasilkan di seluruh dunia tiap tahunnya, dan 10% dari jumlah tersebut berasal dari aktivitas industri lintas batas negara.

Indonesia sebagai negara kepulauan sangat rentan terhadap perpindahan limbah B3 secara illegal, juga terhadap potensi pencemaran yang dapat timbul dari perpindahan limbah B3 tersebut.

Baru-baru ini telah ditemukan ribuan meter kubik limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) telah ditimbun di sepanjang pantai Tanjunguncang, Batam. Limbah yang ditanam berupa minyak kotor bekas pencucian kapal pekat. Sedangkan limbah yang dibiarkan terbuka yakni pasir blastink sisa peleburan zink. Perusahaan-perusahaan elektronik di Batam mengirim limbahnya yang mengandung merkuri di muara-muara pantai sekitar pantai utara pulau Batam.

-AS-