PBB: Langit Penuh CO2 dan Laut Makin Asam

Bogor, 5 November 2014

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan laporan mereka mengenai tingkat polusi bumi, Selasa (02/09). Hasilnya cukup mengejutkan, ternyata bukan udara saja yang lebih tercemar, tetapi juga lautan.

Menurut laporan PBB tersebut, kadar gas karbondioksida, metan, hingga nitrit oksida telah membukukan rekor pada tahun 2013 kemarin, Phys.org (09/09). Jumlah peningkatan gas CO2 tersebut tercatat 142 persen lebih tinggi dibandingkan masa sebelum revolusi industri atau tahun 1750.

Konsentrasi gas CO2 global tahun 2013 yang lalu mencapai 396 ppm, dan ini masih terus meningkat sampai sekarang. Greenhouse Gas Bulletin menyebutkan bahwa, kenaikan kadar CO2 tahun 2012 hingga 2013 merupakan peningkatan kadar CO2 terbesar selama 30 tahun terakhir.

Kondisi ini membuat Ketua Badan Meteorologi Dunia (WMO), Michel Jarraud, menjadi prihatin. Dia mengatakan, "kita harus membalikkan keadaan ini dengan mengurangi emisi gas CO2 dan gas-gas rumah kaca lain di seluruh dunia, kita sudah kehabisan waktu."

Selain atmosfer, lautan pun juga menjadi sarang polusi akibat kadar CO2 yang meningkat. Satu per empat dari gas-gas polusi tersebut diserap oleh lautan. Ketika gas CO2 telah diserap oleh laut, maka gas tersebut dapat bertahan hingga ratusan tahun lebih lama dibanding umur gas CO2 di atmosfer. Akibatnya, lautan saat ini menjadi jauh lebih asam dan mengancam ekosistem biota laut.

WMO mengungkapkan bahwa tingkat keasaman lautan saat ini merupakan yang tertinggi selama 300 tahun belakangan. Setiap harinya lautan di dunia menyerap empat kilo gas CO2 yang dihembuskan oleh setiap orang di dunia.

 

Sumber: merdeka.com (090914)

 

-AY-