Polusi Iklim Ciptakan Rekor Tertinggi

Bogor, 5 November 2014

Polusi dari gas rumah kaca (GRK) mencapai level tertinggi pada 2013. Meningkatnya polusi ini diakibatkan karena melonjaknya emisi CO2. Hal ini terungkap dari berita World Meteorological Organization (WMO) yang dirilis Selasa (9/9).

Laporan WMO menemukan bahwa periode 1990 hingga 2013 terjadi kenaikan efek radiasi sebesar 34% akibat akumulasi polusi jangka panjang seperti CO2, metana dan nitrat oksida. Tahun 2013, konsentrasi CO2 di atmosfer naik 142% dibandingkan era pra industri yaitu tahun 1750. Selanjutnya, konsentrasi metana dan nitrat oksida naik 253% dan 121%.

Akibatnya, ketika gas CO2 terus meningkat, tidak hanya kesehatan manusia yang dirugikan. Akan tetapi samudera dan ekosistemnya juga terkena dampaknya. Menurut WMO, peningkatan keasaman air laut telah mencapai level tertinggi dalam 300 juta tahun terakhir ini. Sekretrais Jenderal WMO, Michel Jarraud mengatakan, ”kita tahu, tanpa keraguan lagi bahwa iklim telah berubah dan cuaca menjadi semakin ekstrem. Aktivitas manusia salah satunya dengan membakar bahan bakar fosil adalah penyebabnya.”

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), CO2 menyumbang 80% dari 34% kenaikan efek radiasi (radiative forcing) yang dipicu oleh akumulasi gas rumah kaca antara tahun 1990 hingga 2013. Dalam skala global, jumlah CO2 dunia di atmosfer telah mencapai 396 PPM (parts per million) pada 2013. Tahun 2012-2013 kenaikan CO2 di atmosfer mencapai 2,9 PPM. Angka ini adalah kenaikan tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Dengan kecepatan peningkatan seperti saat ini, tahun 2015 atau 2016 konsentrasi CO2 akan menembus angka 400 PPM.

Selanjutnya konsentrasi metana di atmosfer juga telah mencapai titik tertinggi sebesar 1824 PPB (parts per billion) tahun 2013. Sedangkan emisi nitrat oksida (N2O), konsentrasinya di atmosfer mencapai 325,9 PPB. Akan tetapi, dampaknya terhadap iklim 298 kali lipat lebih berbahaya dibandingkan CO2 pada periode 100 tahun.

 

Sumber: hijauku.com (110914)

 

-AY-