Ahli lingkungan menentang ide baru Pembersih Gas CO2

Bogor, 11 September 2008

Penelitian baru di Universitas Columbia sedang dikembangkan mengenai alat pembersih gas CO2, yaitu dapat menghilangkan satu ton CO2 di udara setiap hari.

Alat pembersih ini adalah cara yang efisien dan ekonomis untuk menurunkan CO2 di atmosfer. Dengan memproduksi pembersih CO2 dalam jumlah besar, diyakini bahwa tingkat kenaikan jumlah minimum CO2 di atmosfer dapat dijaga tanpa penghapusan sumber energi murah yang secara ekonomis menyakitkan.

Namun, banyak ahli lingkungan menentang teknologi ini karena ini mengizinkan masyarakat untuk menggunakan bahan bakar fosil dan tetap mengeluarkan karbon. Selain itu, kelompok aktivis lingkungan juga menentang teknologi yang sama, seperti carbon capture and sequestration. Kedua teknologi ini tidak menyelesaikan masalah pada akarnya. Mereka berpendapat bahwa lebih baik menggunakan teknologi yang mendukung pengurangan pemakaian batu bara secara bertahap..Di lain pihak, pemimpin analis energi menyetujui pendapat para peneliti, dibandingkan para pemprotes.

“Jika menurunkan emisi CO2 menjadi tujuannya, maka menyelidiki dan menanam modal pada infratruktur yang sekarang secara efisien dan efektif adalah menjadi lebih masuk akal dibandingkan dengan menghilangkan pilihan yang layak hanya karena tidak mengikuti falsafah politik mengenai ekonomi energi”, kata Amy Kaleita, anggota kebijakan lingkungan di Pacific Research Institute.

“Hal ini membuktikan bahwa para ahli lingkungan tidak memperhatikan cara penyelesaian suatu masalah. Masalah adalah satu cara untuk membatasi cara hidup masyarakat, dan alangkah baiknya jika ada suatu teknologi perbaikan yang dapat memecahkan masalah tapi tidak memerlukan pengorbanan yaitu tetap menjalankan kegiatan seperti sedia kala. Namun, mereka tidak bahagia mengenai hal ini, walaupun teknologi ini dapat memecahkan masalah. Padahal, dengan asumsi bahwa pemanasan global itu adalah masalah yang nyata dan serius yang harus diselesesaikan, adanya teknologi ini adalah suatu hal yang baik, seperti dapat dilihat dari segi efektivitas biaya”, ungkap Sterling Burnett, anggota senior di National Center for Policy Analysis.

Jika kita punya beberapa terobosan utama dalam teknologi solar dan penyimpanan listrik, maka kita tidak perlu bergantung pada teknologi ini. Tapi jika kita tidak punya terobosan apapun, kita akan gagal melawan perubahan iklim dan selanjutnya akan menyebabkan penderitaan ekonomi, terutama untuk hal-hal yang peka.

Source: Krystle Russin (August 1, 2008)

-Ir-