Presiden Amerika Serikat Rencanakan Kurangi Emisi Gas Metana

Bogor, 04 Februari 2015

Pemerintahan Obama mengusulkan persyaratan untuk memaksa industri energi memangkas emisi gas metana yang berbahaya hampir separuhnya selama dekade mendatang.

Gedung Putih hari Rabu (14/1) mengatakan akan mengajukan peraturan berdasarkan UU udara bersih Amerika dalam beberapa bulan mendatang yang akan memangkas emisi tersebut 40 hingga 50% di bawah tingkat tahun 2012.

Amerika sekarang adalah produsen minyak dan gas alam terbesar dunia. Gedung Putih mengatakan, emisi gas metana telah dipangkas dari tingkat tahun 1990. Akan tetapi, emisi itu akan meningkat sampai 25% menjelang tahun 2025 jika pembatasan-pembatasan baru tidak diberlakukan.

Peraturan-peraturan baru itu akan mulai berlaku tahun 2016 sebelum masa jabatan Presiden Obama di Gedung Putih berakhir, akan mencakup peralatan pengeboran baru dan produksi energi lama dan baru yang berlokasi di tanah-tanah milik negara.

Metana, satu komponen utama gas alam, mencakup 9 persen dari jumlah emisi gas rumah kaca di Amerika Serikat. Metana adalah sumber kedua terbesar emisi gas rumah kaca di Amerika Serikat dari kegiatan manusia. Menurut harian New York Times, Badan Perlindungan Lingkungan akan merancang peraturan yang diusulkan itu tahun ini, dan peraturan tersebut akan dirampungkan sebelum 2016.

 

Sumber: voaindonesia.com (140115)

 

-AY-