8,8 Juta Ton Sampah Plastik Dibuang ke Laut Setiap Tahun

Bogor, 5 Maret 2015

Setiap tahun sekitar 8,8 juta ton plastik berakhir di laut-laut di seluruh dunia. Angka tersebut merupakan angka yang jauh lebih besar dari estimasi-estimasi sebelumnya. Hal tersebut terungkap dari sebuah studi baru yang melacak sampah di laut dari sumbernya.

Kepala penelitian Jenna Jambeck, seorang Profesor teknik lingkungan di University of Georgia mengatakan bahwa “jumlah itu setara dengan lima kantong belanja penuh dengan sampah plastik menutupi setiap 30 sentimeter garis pantai di seluruh dunia”.

Jika para penyumbang terbesar, mayoritas negara-negara berkembang di Asia tidak menanggulangi cara pembuangan sampah, Jambeck memperkirakan bahwa pada 2025 akumulasi sampah plastik di lautan akan mencapai sekitar 170 juta ton. Hal itu berdasarkan tren populasi dan berlanjutnya masalah pengelolaan sampah, meski ada beberapa tanda awal perubahan, ujarnya.

Lebih dari setengah sampah plastik yang mengalir ke laut datang dari lima negara: China, Indonesia, Filipina, Vietnam dan Sri Lanka, diikuti oleh Thailand, Mesir, Malaysia, Nigeria dan Bangladesh.

Negara industri barat yang ada di 20 penyumbang sampah plastik terbesar adalah Amerika Serikat pada peringkat 20. AS dan Eropa tidak membuat kesalahan dalam mengelola sampah kolektifnya. Jadi sampah plastik yang datang dari negara-negara itu adalah karena pembuangan sampah sembarangan, ujar para peneliti.

Sementara China bertanggung jawab atas 2,4 juta ton plastik yang sampai di lautan, atau hampir 28 persen dari jumlah total, AS berkontribusi sekitar 77.000 ton, atau kurang dari 1 persen, menurut penelitian yang dipublikasikan Kamis (12/2) di jurnal Science. Hal itu karena negara-negara maju memiliki sistem untuk menjerat dan mengumpulkan sampah plastik, ujar Jambeck.

Jumlah plastik yang di perkirakan sampai diperairan setara dengan banyaknya tuna yang dipancing per tahun. Jadi, "kita mengambil tuna dan membuang plastik," ujar salah satu peneliti lain Kara Lavendar Law dalam konferensi pers di konferensi Asosiasi Sains Lanjutan Amerika.

Jambeck menggunakan statistik Bank Dunia aliran sampah 192 negara untuk melacak dan memperkirakan polusi plastik dari sumbernya. Estimasi-estimasi Jambeck adalah untuk 2010 dan berkisar antara 5 dan 14 juta ton plastik, dengan 8,8 juta ton dalam perkiraan skenario rata-rata.

Estimasi sebelumnya adalah kurang dari 1 juta ton namun itu berdasarkan sampel. Para ilmuwan mengetahui banyak yang dapat tersembunyi di dasar laut dan di tempat-tempat yang tidak dicapai para peneliti.

 

Sumber: voaindonesia.com (130215)

 

-AY-