Pemerintah Indonesia akan Ratifikasi Paris Agreement pada November

Bogor, 31 Agustus 2016

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nur Masripatin mengatakan bahwa, ratifikasi Paris Agreement mengenai perubahan iklim akan ditargetkan selesai pada November nanti, sebelum pertemuan COP ke-22 di Marrakesh.

"Targetnya sebelum ke Marrakesh sudah diratifkasi," kata Nur Masripatin seusai berbicara dalam sebuah seminar di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, seperti dikutip dari Tempo.co, Rabu, 31 Agustus 2016.

Nur Masripatin menjelaskan bahwa, institusi yang dipimpinnya sudah memperoleh izin prakarsa dari Presiden Joko Widodo. Kini, KLHK sedang berkomunikasi intens dengan DPR dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Nur Masripatin melanjutkan, bahwa Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa Ban Ki Moon sudah mengirim pesan kepada kepala pemerintahan 55 negara yang menandatangani kesepakatan Paris, dan akan menjadi negara-negara pertama kali yang meratifikasi kesepakatan tersebut. Selain itu, dibutuhkan dana sekitar US$ 100 miliar untuk mendukung implementasi kesepakatan Paris. Menurut Nur Masripatin, untuk mencapai komitmen tersebut perlu ada transisi menuju sustainable low carbon green economy yang harus dilakukan Pemerintah Indonesia.

 

Sumber: tempo.co (310816)

 

-AY-